Wartawan Senior Tatang Suherman Dimintai Keterangan Ihwal Uang Kadeudeuh untuk Persib Rp1 Miliar dari KDM

Wartawan Senior Tatang Suherman Dimintai Keterangan Ihwal Uang Kadeudeuh untuk Persib Rp1 Miliar dari KDM
Dimintai Keterangan Sebagai Saksi.

Bandung - Wartawan senior yang juga pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Tatang Suherman, hari Jumat (19 Juni 2026), dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik ditressiber Polda Jabar terkait tayangan di flatform tiktok tentang uang kadeudeuh Persib sebesar Rp1 M dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang disebut sebut berasal dari kas bank bjb.

Dalam tayangan tiktok yang diunggah akun Dodipermana2114 pada 4 Juni 2026, sang pemilik akun menyampaikan adanya bocoran soal sumber dana uang kadeudeuh untuk Persib sebesar Rp1 M dari gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang disebutkan berasal dari jual sapi, tetapi sebenarnya diduga berasal dari kas bank bjb. Pihak legal Bank bjb Boy Panji Sudrajat melaporkan kasus ini ke Ditreserssiber Polda Jabar sebagai berita bohong.

Ada pun sumber tayangan dodi permana itu berasal dari chat WA yang dikirim Tatang Suherman. Sementara Tatang sendiri hanya meneruskan chat WA dari nara sumber yang ditengarai memiliki akses di lingkungan bjb.

Saat dimintai keterangan, Tatang yang kini menjabat direktur Terasjabar.id ini ditemani sekretaris redaksi Erman Heri Rustaman. Tatang mengatakan bahwa chat dari nara sumbernya itu adalah confidential sebagai info awal yang harus diuji kebenarannya atau minimal seimbang dengan pengertian ada konfirmasi dari pihak Dedi Mulyadi (KDM) dan bank BJB.

"Karena belum terkonfirmasi saya belum berani memuat di media saya. Makanya saya kaget saat Dodi menayangkan info confidensial itu secara utuh, dibacakan dengan tidak mengurangi satu katapun, "kata Tatang.

Makanya keesokan harinya setelah dodi menayangkan info itu, anggota Forum Wartawan Kebangsaan ini sempat protes melalui telepon dengan mengatakan keberatan karena nama maupun chat itu ditayangkan tanpa diolah lebih dulu. " Dia memang meminta izin mau menayangkan info itu, saya izinkan tentu karena itu sifatnya confidential harusnya dia tahu itu info saja, dan harus diolah dulu menjadi konten yang minimal terkonfirmasi pada pihak yang terkait, "tambah Tatang.

Semua keterangan itu disampaikan Tatang kepada penyidik Briptu Moch Ilham Fadillah Fitri SH. Tatang juga menyampaikan bahwa seharusnya bank bjb tidak perlu melaporkan ke polisi, tetapi cukup mengklarifikasi bahwa tayangan yang bersumber dari orang yang punya akses di bjb itu tidak benar. " Dengan adanya laporan ini, setidaknya akan panjang dan kalau sampai ke pengadilan akan ramai karena nama bjb akan terus muncul dan kesannya tidak baik karena bjb adalah perusahaan publik, "ujar Tatang.

KLARIFIKASI KDM

Sehari setelah tayangan dodi permana tersebut, gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberi klarifikasi melalui akun tiktoknya. KDM membantah uang kadeudeuh untuk Persib itu berasal dari " jual dedet" sapi ke bank bjb. Yang benar adalah, uang sebesar Rp800 juta merupakan tabungan dirinya di bank bjb. Uang tersebut berasal dari hasil penjualan sapi yang kemudian dia tabungkan di bank bjb.

Dari uang tabungan sebesar Rp800 juta di tambah Rp200 juta yang diambil dari rumah itulah yang dia pergunakan untuk uang kadeudeuh Persib sebanyak Rp1 M. "Jadi itu berasal dari tabungan saya. Silakan cek rekening saya di bank bjb, " kata KDM seraya menambahkan dirinya memaafkan orang yang mengunduh tayangan tentang dirinya itu.

PENUH KEAKRABAN

Suasana di kamar riksa (kamar periksa) berlangsung cair dan akrab. Penyidik briptu Ilham Fadillah Fitri SH sambil sesekali bercanda menanyakan seputar kedekatan saya dengan dodi permana, kemudian seputar nara sumber yang memberi info kepada dirinya.

Ilham juga menanyakan soal mengapa info tersebut tidak tayang di media tempat Tatang berada yakni Terasjabar.id. Selama pemeriksaan Tatang mengaku tak merasa sedang dimintai keterangan, karena penyidik dengan cerdik menciptakan suasana yang asyik seperti ngobrol biasa. Sejumlah pertanyaan berhasil dijawab dengan lancar.

“Saya tidak merasa sedang diperiksa, suasananya akrab seperti ngobrol biasa. Jadi pikiran tegang berubah menjadi rileks dan santai. Saya angkat jempol, begitu seharusnya seorang penyidik profesional,” kata Tatang.

SUMBER BERITA

Ketika sampai pada materi inti, penyidik bertanya seputar Nara sumber yang memberi info kepada Tatang. "Saya jawab sesuai kode etik jurnalistik saya memiliki hak tolak untuk mengatakan siapa sumber saya, kecuali nanti di pengadilan jika hakim meminta baru saya sampaikan jika itu pun terpaksa, " ujar Tatang.

Lalu menjawab soal pertanyaan bahwa info itu diyakini benar, Tatang menjawab yakin karena pemberi info itu bukan kaleng kaleng yakni memiliki akses luas di bjb.

KDM AKAN DIPANGGIL

Untuk melengkapi data, penyidik mengatakan masih akan memanggil beberapa saksi lagi termasuk Gubernur Dedi Mulyadi. Selain KDM penyidik juga akan meminta keterangan dari saksi ahli.

Sementara itu, Dodi Permana sendiri dengan tegas mengatakan siap menerima konsekuensinya. Dia akan terus melawan karena tujuanya untuk menyelamatkan BUMD terutama bank bjb yang secara nama maupun kelembagaan adalah bank daerah terbesar.

"Tujuan saya baik agar bank bjb tidak dirongrong atau direcoki oleh orang yang hanya memanfaatkan BUMD itu untuk kepentingan pribadi, " ujarnya.

Dodi juga berencana untuk melapor balik Boy Panji Sudrajat. "Atas saran kuasa hukum saya Prof Egi Sudjana, saya berencana melapor balik, " katanya.

Tetapi kapan laporan balik itu dilayangkan, dodi menunggu waktu yang tepat sesuai arahan dari para lawyernya.