Swara Jakarta ’80s Rilis "Betawi Mash Up"
Jakarta – Setelah sukses memukau publik melalui rangkaian penampilan sejak Oktober 2025, komunitas paduan suara, Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) kembali menggebrak panggung seni.
Kali ini, SJ’80s meluncurkan karya Master Song bertajuk “Betawi Mash Up” sebagai wujud dedikasi terhadap pelestarian budaya lokal.
Di bawah arahan Music Arranger dan Vocal Director, Pujo Herlambang, "Betawi Mash Up" hadir sebagai perpaduan kreatif antara dua lagu legendaris Betawi, Kicir-Kicir dan Sirih Kuning.
Aransemen ini dirancang secara kompleks namun tetap lincah, menggabungkan enam pecahan suara, Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton dan Bass.
"Kami ingin menghadirkan karya yang membumi namun tetap modern. Tantangan teknis dalam menyusun notasi enam suara menjadi perjalanan kreatif yang penuh warna bagi kami semua," ujar Coach Pujo, di Gedung BPH Migas, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026).
Semangat para alumni ini, tak lekang oleh waktu, menjadikan SJ’80s bukan sekadar kelompok paduan suara biasa, begitu pula disiplin yang ditunjukkan selama proses latihan secara intensif membuktikan bahwa usia hanyalah angka.
Komunitas yang dibentuk ini merupakan wadah lintas alumni lebih dari 50 SMA di Jakarta.

Sementara itu, proses produksi dilakukan secara bertahap, mulai dari eksplorasi konsep hingga rekaman akhir, dengan kegembiraan sebagai motor utamanya.
Bagi SJ’80s, harmoni bukan sekadar deretan nada, melainkan simbol persahabatan dan kecintaan pada budaya.
Menuju Panggung Digital
Sebagai langkah mantap memasuki industri musik modern, SJ’80s kini resmi memperluas jangkauannya ke ranah digital.
Karya “Betawi Mash Up” sudah dapat dinikmati oleh para pecinta musik baik penikmat vokal grup maupun paduan suara di berbagai platform streaming internasional, Spotify, Apple Music serta YouTube.
Kehadiran karya ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia. SJ’80s terus membuktikan bahwa melalui harmoni, mereka mampu menjaga warisan budaya Betawi agar tetap relevan dan segar bagi generasi mendatang.
Memiliki Hobi Bernyanyi
Pendiri SJ'80s, Herlambang Setiyanto, mengungkapkan, komunitas ini berawal dari pertemanan para alumni SMA Jakarta angkatan 1980-an yang memiliki hobi bernyanyi.
Dari teman ke teman ini, apalagi sekarang ada media sosial, jadi kita komunikasi dimedia sosial sehingga tercetuslah kelompok-kelompok yang senang bernyanyi, sehingga komunitas ini ada.
Apalagi kebersamaan tersebut semakin erat, karena rutin berkumpul, pada waktu itu saat bulan Ramadan, dari momen silaturahmi itulah muncul gagasan untuk membentuk komunitas paduan suara.
"Gara-gara kita ngumpul saat Ramadan tahun lalu, kebetulan pada senang bernyanyi, disini bukan hanya bernyanyi, tapi juga silaturahmi. Nah, kita kuatkan silaturahmi ini sesama alumni SMA se-Jakarta," ujarnya.
Dalam perjalanan komunitas ini, SJ'80s juga sudah bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang juga merupakan alumni SMA era 1980-an.
"Pak Wagub juga alumni 80-an, SMA 6. Ia juga artis, nyanyi juga, bintang film juga. Kami sowan, ternyata beliau mendukung," ungkap Herlambang.

Berjalannya waktu, komunitas ini terus berkembang dan melakukan proses seleksi anggota, sehingga saat ini, SJ'80s kami menyatu para alumni lulusan SMA Jakarta.
SJ'80s sendiri merupakan komunitas paduan suara lintas alumni dari sekitar 50 SMA di Jakarta dengan jumlah anggota mencapai 130 orang, yang masih aktif berkarya melalui musik.
Ia juga berharap kehadiran SJ'80s dapat ikut meramaikan perjalanan menuju perayaan lima abad Jakarta.
"Dalam rangka jalan menuju Jakarta 5 Abad tahun depan. Mudah-mudahan Suara Jakarta 80s bisa ikut ambil bagian," tambahnya.
Dalam proses berkarya, SJ'80s dibimbing oleh pelatih muda yang memiliki latar belakang musik kuat, termasuk pernah terlibat dengan grup vokal legendaris Elfa's Singers.
Coach Pujo Herlambang juga menceritakan awal dirinya dan bergabung sebagai pelatih di komunitas tersebut.
Sejak Agustu tahun lalu, SJ'80s dilatih oleh Coach Pujo. "Saya mulai masuk di SJ 80 itu bulan Agustus, tepatnya 14 Agustus meneruskan pelatih sebelum saya. Kebetulan saya sudah sekitar 20 tahun di dunia musik, saya pernah pegang Paduan Suara Mandiri, Pertamina, jadi sudah terbiasa melatih bapak-bapak dan ibu-ibu," ujar Pujo.
Melatih anggota SJ'80s merupakan pengalaman yang berbeda, semangat para anggotanya sangat tinggi meski sebagian besar sudah berusia senior, ungkapnya.
"Semangatnya luar biasa, kita latihan Kamis sampai Minggu. Ada yang rumahnya jauh, ada yang dari Bekasi, dan lain-lain, tapi semangatnya mereka luar biasa," jelasnya.
Melihat antusiasme tersebut, Pujo akhirnya tergerak untuk memproduseri karya bersama anggota paduan suara tersebut.
Ia juga menyebut komunitas ini menjadi bagian dari ruang reuni yang menyenangkan bagi para anggotanya.
Untuk ke depannya, SJ'80s juga tengah mempersiapkan konser spesial yang direncanakan digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta mendatang, ini sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para alumni dekade 1980-an yang terus berkarya melalui musik.

